Tahap-tahap dalam proses analisis kebijakan :

untitled.jpg
Tahapan Anlisis Kebijakan (Dunn, 1994b)
  • 1. Perumusan Masalah (Problem Structuring)
Masalah kebijakan adalah kebutuhan, nilai-nilai, atau kesempatan – kesempatan yang tidak terealisasi tetapi dapat dicapai melalui tindakan publik. Memahami masalah kebijakan merupakan hal yang penting, karena para analis kebijakan terlihat lebih sering gagal karena memecahkan masalah yang salah. Ciri-ciri masalah adalah interdependence, subjectivity, artificiality, dan dynamics.
Terdapat tingkatan (hierarki) isu-isu dalam masalah kebijakan. Dalam menentukan masalah kebijakan, kita perlu memahami tingkatan isu dan posisinya dalam jenis (kebijakan strategi/opersional)
2.jpg
Tingkatan dan Posisi Isu dalam Kebijakan (Dunn, 199b)

3.jpg
Fase –fase Perumusan Masalah (Dunn, 1994b)
  • 2. Peramalan
Suatu prosedur untuk membuat informasi faktual tentang situasi sosial masa depan atas dasar informasi yang telah ada tentang masalah kebijakan. Ramalan mempunyai tiga bentuk utamai yaitu :
  1. Proyeksi
  2. Prediksi
  3. Perkiraan

  • 3. Rekomendasi
Rekomendasi merupakan proses rasional dimana para analisis memproduksi informasi dan argumen – argumen yang beralasan tentang solusi-solusi yang potensial dari masalah publik. Prosedur-prosedur yang paling umum untuk memecahkan masalah- masalah kemanusiaan (deskripsi, prediksi, evaluasi, dan preskripsi) dapat dibandingkan dan dipertimbangkan menurut waktu digunakannya prosedur-prosedur tersebut (sebelum atau sesudah tindakan) dan jenis pertanyaan yang sesuai (empirik, valuatif, atau normatif). Dalam membuat rekomendasi, analisis kebijakan secara khusus menjawab berbagai persoalan tentang sasaran, biaya, hambatan-hambatan, ekternalitas waktu, risiko, dan ketidakpastian.
Pilihan publik dan swasta berbeda dalam tiga hal :
  1. hakikat proses kebijakan publik
  2. hakikat tujuan kebijakan yang bersifat kolektif, dan
  3. arti barang-barang publik
Dua pendekatan utama untuk rekomendasi analisis kebijakan publik adalah :
  1. analisis biaya manfaat dan
  2. analisis biaya efektifitas.

  • 4. Pemantauan
Pemantauan merupakan prosedur analisis kebijakan guna menghasilkan informasi tentang penyebab dan konsekuensi dari kebijakan-kebijakan publik. Pemantauan bermaksud memberikan pernyataan yang bersifat penandaan dan terutama yang berkepentingan untuk menetapkan premis-premis faktual tentang kebijakan publik. Pemantauan menghasilkan yang bersifat penandaan setelah kebijakan dan program diadopsi, lalu diimplementasikan, sedangkan peramalan menghasilkan pernyataan yang bersifat penandaan sebelum tindakan dilakukan.
Informasi yang dihasilkan melalui pemantauan memiliki setidak-tidaknya empat fungsi yaitu :
  1. ketundukan
  2. pemeriksaan
  3. akuntansi
  4. eksplanasi
Ada dua jenis hasil kebijakan yaitu :
  1. keluaran dan
  2. dampa
Tindakan kebijakan terdiri dari :
  1. masukan dan
  2. proses
Tindakan kebijakan memiliki dua tujuan utama :
  1. regulasi dan
  2. alokasi
Pemantauan dapat dipiliih dalam empat jenis pendekatan :
  1. akuntansi sistem sosial
  2. eksperimental sosial
  3. pemeriksaan sosial
  4. sintesis riset dan praktik
Pendekatan-pendekatan terhadap pemantauan memerhatikan hasil-hasil yang berkaitan dengan kebijakan, berfokus pada tujuan, dan orientasi pada perubahan.


  • 5. Evaluasi
Evaluasi mempunyai beberapa karakteristik yang membedakannya dari metode-metode analisis kebijakan yang lain : titik berat kepada nilai hubungan ketergantungan antara nilai dan fakta; orientasi masa kini dan masa lalu; dan dualitas nilai.
Kriteria evaluasi kebijakan :
  1. evektifitas
  2. estimasi
  3. kecukupan
  4. kesamaan
  5. daya tanggap
  6. kelayakan
Tiga pendekatan utama evaluasi dalam analisis kebijakan adalah :
  1. evaluasi semu
  2. evaluasi formal dan
  3. evaluasi teoritis keputusan

Comments

Popular posts from this blog

AKK